Sebuah perjalanan menuju kedekatan-Nya

Menggapai Ridho Allah

Menjadikan ridho Allah sebagai tujuan hidup
dan motivasi dalam beramal sholeh.

✦

“Sebenarnya, apa yang sedang kita kejar dalam hidup ini?”

↓ Renungkan Sejenak
✦

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

QS. Adz-Dzariyat: 56

✦
01

Dunia adalah
perjalanan,
bukan tujuan akhir.

Seluruh kehidupan kita bisa menjadi jalan menuju Allah.

02

Memahami tujuan yang sebenarnya

Apa Itu
Ridho Allah?

Sederhananya, ridho Allah adalah saat kita menjalani hidup dengan iman, sikap, dan amal yang Allah sukai.

✦

Menjalani hidup dengan cara yang Allah sukai.

Bukan sekadar perasaan.
Terlihat dalam pilihan dan amal.
QS. At-Taubah: 72

وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللَّهِ أَكْبَرُ

“…dan keridhaan Allah adalah lebih besar.”

Bahkan setelah menyebut kenikmatan surga, Allah menegaskan bahwa keridhaan-Nya adalah sesuatu yang lebih besar.

Ridho Allah bukan hanya sesuatu yang kita harapkan, tetapi arah yang kita pilih setiap hari.

03

Meluruskan cara pandang

Ridho Allah ≠
Hidup Selalu Mudah

Keridhaan Allah tidak diukur dari seberapa mulus hidup kita, tetapi dari bagaimana kita tetap memilih jalan-Nya saat keadaan tidak sesuai keinginan.

BUKAN BERARTI

Semua selalu berjalan sesuai keinginan.

  • × Selalu mendapatkan yang kita inginkan
  • × Tidak pernah gagal
  • × Tidak pernah diuji

Kemudahan bukan satu-satunya tanda bahwa Allah sedang dekat dengan kita.

YANG TERPENTING

Tetap memilih jalan Allah dalam keadaan apa pun.

“

Ketika hidup sedang sulit, apakah kita tetap memilih apa yang Allah sukai?

Ujian dan kemudahan sama-sama bisa menjadi jalan untuk mendekat kepada-Nya.

Bukan tentang hidup tanpa ujian. Tetapi tentang hati yang tetap mengarah kepada Allah di tengah ujian.

04

Menata kembali orientasi hati

Ridho Allah atau
Ridho Manusia?

Kita semua senang dihargai. Tetapi kalau penilaian manusia menjadi pusat dari setiap kebaikan, niat kita mudah berubah saat tidak ada yang melihat.

YANG SERING KITA CARI

Penilaian manusia.

Dipuji Diakui Dilihat

Semangat berbuat baik mudah naik turun ketika bergantung pada respons orang lain.

“Apa kata orang?”
✦

Kalau tidak ada yang melihat, apakah aku tetap mau melakukan kebaikan ini?

“Apakah Allah ridho?”
ARAH YANG KITA LATIH

Keridhaan Allah.

Ikhlas Karena Allah Tetap Beramal

Ketika tujuan kita Allah, ada atau tidak ada manusia yang melihat tidak mengubah alasan kita berbuat baik.

Amal yang diarahkan kepada Allah tidak membutuhkan panggung untuk tetap dilakukan.

05

Menempuh jalan, bukan sekadar berharap

Bagaimana Menggapai
Ridho Allah?

Ridho Allah menjadi arah hidup ketika iman menguatkan hati, ikhlas meluruskan niat, dan ketaatan membuktikannya dalam amal.

01
PIJAKAN PERTAMA

IMAN

Meyakini dan mengenal Allah.

Iman memberi arah. Kita tahu kepada siapa hidup ini kembali dan untuk siapa setiap langkah dijalani.

✦ Mengenal Allah → arah hidup menjadi jelas.
02
PIJAKAN KEDUA

IKHLAS

Melakukan sesuatu karena Allah.

Ikhlas menjaga niat agar amal tidak bergantung pada tepuk tangan, pujian, atau pengakuan manusia.

◌ Meluruskan niat → amal punya arah yang benar.
03
PIJAKAN KETIGA

TAAT

Membuktikannya melalui amal.

Cinta kepada Allah tidak berhenti di hati. Ia hadir dalam pilihan: menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

✓ Ketaatan → bukti nyata dari iman dan keikhlasan.

Ridho Allah bukan hanya sesuatu yang kita harapkan.
Ia adalah jalan yang kita tempuh melalui iman, keikhlasan, dan ketaatan.

06

Meluruskan arah sebelum melangkah

Amal Sholeh Dimulai
dari Niat

Aktivitas yang terlihat biasa bisa bernilai ibadah ketika diarahkan kepada Allah dan dilakukan dengan cara yang benar.

01 ♡

NIAT

Untuk siapa aku melakukan ini?

02 ✦

AKTIVITAS

Belajar, bekerja, menolong, dan menjalani keseharian.

03 ✓

NILAI

Menjadi ibadah saat niat dan caranya benar.

“
Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.

HR. Bukhari dan Muslim

COBA RENUNGKAN

Aktivitas yang sama, arah yang berbeda.

Pilih salah satu aktivitas. Lihat bagaimana niat mengubah cara kita memandangnya.

✦

Belajar

“Agar ilmu ini bermanfaat dan mendekatkanku kepada Allah.”

Niat yang baik tidak menggantikan cara yang benar. Keduanya berjalan bersama.

07

Mengubah kompas dalam mengambil keputusan

Ubah
Pertanyaannya

Kadang yang perlu berubah bukan aktivitas kita terlebih dahulu, tetapi pertanyaan yang kita pakai untuk menilai sebuah pilihan.

01

“Orang akan bilang apa?”

→

“Apakah Allah ridho?”

02

“Aku dapat apa?”

→

“Ini mendekatkanku kepada Allah?”

03

“Ada yang melihat?”

→

“Tetap kulakukan meski tak ada yang tahu?”

✦

Ubah pertanyaannya, maka perlahan akan berubah pula arah hidup, niat, dan keputusan kita.

08

Kebaikan tidak harus menunggu sempurna

Mulai dari
yang Kecil

Jangan menunggu bisa melakukan semuanya. Pilih satu amal yang realistis, lakukan karena Allah, lalu jaga dengan istiqamah.

KOMITMEN HARI INI

Pilih satu.

Tidak perlu semuanya sekaligus. Satu amal kecil yang dijaga bisa menjadi awal perubahan besar.

0 dari 6 dipilih
09

Tujuan dari seluruh perjalanan

Pulang dalam Keadaan
Diridhoi

Pada akhirnya, kita semua sedang berjalan menuju satu kepulangan: kembali kepada Allah.

ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

“Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya.”

QS. Al-Fajr: 28

01

Luruskan Niat

Mulai setiap amal dengan mengingat untuk siapa kita melakukannya.

02

Istiqamah dalam Amal

Jaga kebaikan meski kecil, meski tidak dilihat, meski perlahan.

03

Harapkan Ridho Allah

Jadikan keridhaan-Nya sebagai tujuan yang lebih besar dari pujian manusia.

✦

Semoga setiap langkah kita semakin mendekatkan diri kepada Allah, dan semoga kita termasuk hamba-Nya yang pulang dalam keadaan diridhoi.

Kembali ke Awal ↑